Archive for July 18th, 2010

18th July
2010
written by admin

Wah, dari judulnya aja udah keliatan kalo ada 3 topik menarik yang akan dibahas..
Yeah, kali  ini q mau sharing tentang apa yang q dapatkan di Connect Group kemarin.. Mungkin ada beberapa hal juga yang q tambahkan.. Simak baik2 yaa.. 🙂

Ini adalah tentang 3 hal yang bisa menghalangi cinta kita pada Tuhan..

1. Harta

Bicara tentang harta, pasti nggak lepas dari yang namanya keberhasilan. Nah, sebenarnya apakah keberhasilan itu? Keberhasilan adalah sebuah perjalanan, dan ukuran keberhasilan itu berbeda-beda pada setiap orang. Keberhasilan disebut sebagai sebuah perjalanan karena setiap orang pasti tidak akan pernah berhenti untuk terus bekerja dan berusaha demi mencapai keberhasilan demi keberhasilan. Dan ini adalah wajar!
Semua orang butuh uang.. Tapi, ingat di  Amsal 10:22 tertulis seperti ini: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”


Kita perlu mengerti bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber kekayaan yang sejati! So, carilah DIA lebih dulu..
Orang yang berhasil di dalam Tuhan tidak akan dibiarkanNya tenggelam dan hanyut dalam kekayaan. Selain itu, sekalipun orang itu mungkin jatuh hingga mengalami kegagalan karena salah dalam menggunakan kekayaannya, Tuhan nggak akan membiarkannya sampai tergeletak.
Ingat juga bahwa keberhasilan bukan hanya penambahan materi, tapi juga pemulihan karakter.

2. Takhta

Takhta di sini berbicara tentang pengaruh.
Nah, ada 2 hal yang berhubungan dengan pengaruh, yaitu otoritas dan kharisma. Otoritas lahir dari kepemimpinan dan kharisma adalah penampakan/penampilan luarnya. Otoritas selalu dibarengi dengan kharisma.
Kita punya otoritas sebagai anak-anak Allah.. It means, kita seharusnya punya dampak di keluarga kita, di sekolah kita, di kampus kita, di tempat kerja kita, dan di manapun kita berada!
Untuk menjadi orang yang berdampak, kita harus berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalamNya!

3. Pasangan Hidup

Nah, yang satu ini adalah yang paling sering disalah mengerti oleh kebanyakan orang muda.  Inilah kebenarannya teman!
Pasangan hidup adalah inisiatif Allah sendiri.
Lihat di Kejadian 2:18= Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Di sini kita lihat bahwa Tuhan sendiri yang punya inisiatif untuk memberikan pasangan hidup kepada Adam. Adam tidak pernah sibuk mencari-cari pasangan hidup atau memprotes Tuhan untuk diberi pasangan hidup. So, demikian juga dengan kita. Kita nggak perlu sibuk mencari-cari pasangan hidup, Tuhan akan mengirimkan pada waktu yang tepat.. Tuhan tidak pernah lalai dengan kebutuhan kita..
Mungkin ada di antara kita yang berpikir : “Aku kan sudah kuliah/kerja, sudah waktunya nih untuk punya pasangan hidup..” Atau mungkin ada pula yang berpikir seperti ini: “Aku udah jatuh cinta nih, kayaknya ini waktu yang tepat untuk mulai menjalin hubungan”.
Eitzz..
Coba kita lihat dulu ayat selanjutnya.

Ayat 19.
Lalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
Nah, di sini kita dapati bahwa Tuhan nggak langsung menciptakan Hawa, tapi Tuhan membentuk hewan-hewan dulu yang kemudian dibawa kepada Adam supaya dia memberi nama hewan-hewan itu. Di ayat tersebut juga dikatakan bahwa Tuhan melihat bagaimana Adam menamainya..
Teman-teman, kita perlu tahu bahwa sebelum Tuhan memberikan pasangan hidup yang kepada kita, Tuhan ingin melihat apakah kita sudah bertanggung jawab pada kehidupan pribadi kita.. Apakah kita masih terikat pornografi, mastrubasi, atau dosa-dosa lainnya yang merenggangkan hubungan kita dengan Tuhan? Apakah kita sudah bertanggung jawab dalam studi, dalam pekerjaan, dalam keluarga, dan dalam pelayanan kita? Jangan pernah berharap bahwa Tuhan akan memberikan pasangan hidup jika hal-hal dalam kehidupan pribadi kita saja belum bisa kita urus dengan baik!

Oke.. Lanjut ke ayat berikutnya, ayat 20-22.
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Setelah Adam menyelesaikan tanggung jawabnya , Tuhan mulai merencanakan untuk memberikan pasangan hidup kepadanya. Nah, selama proses Adam memberi nama hewan-hewan itu, mungkin aja Tuhan mencatat kriteria pasangan hidup seperti apa yang dapat menjadi penolong yang tepat untuk Adam..
Untuk kaum Hawa, kita diciptakan untuk menjadi penolong, maka jadilah kuat! Orang yang menolong harus lebih kuat daripada yang ditolong. Mungkin secara fisik memang lebih lemah, tetapi hati harus lebih kuat! So, bagaimana dengan dirimu saat ini? Apakah sudah benar-benar menjadi wanita yang utuh?.. 🙂
Untuk kaum Adam, bukan berarti menjadi pihak yang selalu ditolong.. Ingat, Tuhan bilang yang SEPADAN. So, untuk mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dari Tuhan, jadilah juga pria yang terbaik! Tuhan memberikan pasangan yang sepadan.. 🙂

Next, ayat 23-25.
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Di jaman sekarang, istilah emansipasi wanita juga diberlakukan dalam hal menyatakan perasaan cinta. Teman-teman, perlu kita ingat bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dulu, barulah kemudian perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa sebaiknya wanita tidak menyatakan perasaan terlebih dulu. Pria berhak memilih wanita tambatan hati (aduh.. baru kali ini q nulis kata ‘tambatan hati’, merasa agak aneh.. hahaa…), tapi wanitalah yang menentukan untuk menerima pria itu atau tidak..
Ayat ini juga berbicara mengenai menerima kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing. Ingat, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, tapi Tuhanlah yang akan menyempurnakannya..  ^^

Nah, teman-teman, jangan sampai kita salah orang atau salah waktu.. Terlalu cepat tidak baik, semuanya kan indah pada waktuNya..
Berproseslah terlebih dulu sebelum menerima kehadiran orang lain yang spesial di hidupmu. Kalau kita nggak bisa jadi penolong buat diri sendiri, bagaimana kita bisa menjadi penolong buat orang lain..?!

Suatu kewajiban juga buat kita untuk menjaga hubungan yang kudus..
Ingat cerita tentang kejatuhan Adam dan Hawa yang dibujuk oleh iblis. Pasangan yang sama-sama berada di dalam Tuhan aja bisa jatuh bila tidak peka padaNya, apalagi pasangan nggak sama2 berada dalam Tuhan..

Finally
, selesai juga.. ^^
Hmm.. Sebelum q mengakhiri, pingin banget ngucapin
thanks a lot ke penilikku, ce Lidya, yang sangat peduli sama kebutuhan anak-anak penggembalaannya.. Sampe bela-belain wawancara sama narasumber2 terpercaya (Ko Winarko, Ce Mei Ying, Ce Mayor) sebagai bahan pengajaran ini.. Thanks very much..

I submit my life’s proposal to GOD..
Let HIM be done..
^^

Instagram