Archive for February 10th, 2011

10th February
2011
written by admin

Hari ini q teringat beberapa bulan yang lalu, waktu q audisi PAW AOG..
Waktu itu q mengikuti audisi dengan santai, yah walaupun ada perasaan gugup juga sih dikit.. hehe..
Tapi di hatiku rasanya tenang banget, bukan karena q yakin akan lolos, tapi karena beberapa hari sebelum audisi q ngomong sama Tuhan seperti ini:
“Tuhan, kalau dengan melayaniMu di AOG nanti q mencuri kemuliaanMu, lebih baik q jangan lolos ya Tuhan.. Karena yang q mau adalah dekat sama Tuhan.. Tapi kalau ternyata Tuhan mau q melayani di AOG, q minta Tuhan yang menjaga hatiku.. You know the best for me Lord..”

Yah, mungkin itu doa yang q rasa paling bijaksana dari antara doa2ku yang lainnya..
Seringkali kita berdoa meminta sesuatu sama Tuhan, tanpa menyadari kesanggupan kita untuk menjaga hati ketika Tuhan mengabulkan doa kita..
Kita lebih menginginkan jawaban doa kita daripada Sang Penjawab doa itu sendiri..

Mungkin lagi2 q terinspirasi sebuah kalimat dari buku Boys Meet Girls yang udah pernah q bahas sebelumnya.. Oh ya, btw, sekalipun buku ini ngomongin soal courtship, tapi justru di dalamnya q mendapatkan banyak hal.. Bukan hanya soal pasangan hidup.. So, buat temen2 yang merasa belum perlu baca buku2 seperti ini karena belum waktunya, q saranin pikiran seperti itu dibuang jauh2.. Tidak pernah ada yang salah dengan yang namanya membekali diri sendiri.. 🙂
Ok, back to topic.. hehe..
Di buku itu q pernah baca beberapa kalimat yang ditorehkan oleh si penulis, kira2 begini:
” I don’t understand, but I thank You. I know You taking this away because You have something better.. God would be willing to reach down and shut a door that He didn’t want me to walk through..
Ya.. Qta perlu belajar untuk minta Tuhan bukan hanya membukakan “pintu” bagi qta, tapi justru menutupnya..! Tentu, bukan menutup selamanya.. Tapi menutupnya untuk sementara waktu atau membukakan “pintu” yang lain, yang jauh lebih baik bagi kesehatan kerohanian qta.. 🙂
Di sini juga bukan berarti jadi orang yang stagnan n ga meng-upgrade diri.. Justru sebaliknya.. Saat pintu ditutup untuk sementara waktu itulah saat yang tepat untuk upgrade, supaya qta siap ketika “pintu” dibukakan..

Well, Q belajar untuk tidak mengambil apa yang bukan menjadi bagianku, sekalipun mungkin orang lain menganggap hal itu sebagai sebuah kesempatan..
Nggak semua hal yang terlihat seperti “kesempatan” itu baik bagi kesehatan rohaniku.. I know me.. But He knows me the most..
So let His will done on me and… you! 🙂

Instagram