Archive for December, 2011

31st December
2011
written by admin

Love is..
Giving your best,
Providing the best,
And serving the best.
If it doesn’t, it’s not love.
It’s lust.

Love is..
Never sacrificing others,
It’s sacrificing yourself.
If it doesn’t, it’s not love.
It’s lust!

Love is..
Waiting,
Tested,
and Purified.
If it doesn’t, it’s not love.
It’s lust!

I learned about love along this year.
Yet, I will still learn about it for a lifetime.
The difference is, the next years I will have a better understanding about love.

Ahh.. Kok tiba2 nulis tentang love ya? 😛

31st December
2011
written by admin

Huaaa.. 2011 sudah siap berlalu beberapa jam lagi.
Di akhir tahun 2011 ini, q mengerjakan “pe-er” dari tempat magang ditemani minyak kapak di leher n punggungku yang pegel banget..
Rencana nonton film gagal total.. T_T

Well well well..  Tutup mata sejenak untuk flash back tentang apa aja yang udah terjadi tahun ini..
(—-__—-)
Wah.. Kebaikan, kemurahan, dan penyertaan Tuhan nyata sekali!
Thanks God for everything..
Nggak perlu disebutkan semuanya, yang jelas JESUS is so GOOD!

Mau bikin resolusi dulu ahh..
Semoga segala sesuatu semakin JELAS di tahun 2012. AMIN!!! ^^ hehehe..
Happy New Year everybody! God bless you.. 🙂

1.000 gereja lokal, 1.000.000 murid!

30th December
2011
written by admin

Hei teman.. Hari ini q live streaming ibadah tutup tahun GMS.
Benernya pingin banget bisa ada di sana, tapi apa daya lagi nggak fit..
Ini sedikit ringkasan n inti kotbah yang disampaikan sama Ko Philip, sangat memberkati!
🙂

Supernatural Increase -> Belajar dari Ishak.
Kejadian 26:12, “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan.”

Menuai 100x lipat di sini bukan berati menuai hanya 100%
Tapi 100×100% = 10.000%!
Mengapa Ishak bisa begitu spesial dan diberkati Tuhan?
Kuncinya adalah: Ishak itu selfless, dia tidak punya visi pribadi.
Visinya adalah mengerjakan dan menyelesaikan visi ayahnya, Abraham.

Lihat di Alkitab, ketika Ishak mau dikorbankan oleh Abraham, tidak ada ceritanya Ishak jadi kepahitan dan akhirnya memberontak terhadap ayahnya.
Bahkan soal jodohpun, dia percaya pada ayahnya yang menyuruh seorang hamba untuk mencarikan istri di Mesopotamia.
Di sini, Ishak bukan hanya harus menunggu bertahun-tahun (bayangkan saat itu perjalanan antar-negara dilakukan dengan berjalan kaki dan naik unta), tetapi Ishak juga mengambil resiko..
Bagaimana kalau ternyata jodoh yang dipilihkan oleh ayahnya melalui hambanya ternyata tidak sesuai kriteria Ishak?
Tetapi hasilnya, Ishak jatuh cinta pada waktu pertama kali melihat Ribka!
Ya! Tuhan kita itu tertib, Dia selalu tau yang terbaik untuk anak2Nya.
Dia tidak pernah memaksa.. 🙂
Bukan hanya itu, Ishak juga sangat mengasihi ayahnya dan meneruskan pekerjaan ayahnya (Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali pada jaman ayahnya).
How selfless he was!

Kita sebagai jemaat perlu belajar dari Ishak.
Kenalilah visi gerejamu! Sebab, visi gereja adalah untuk jemaat..
Hal-hal jangka pendek dan jangka tengah menyesuaikan dengan visi gereja.
Kejarlah pengenalan akan Allah, bukan berkat2Nya!
Jangan membangun kemuliaan untuk diri qta sendiri.
Detik di mana  qta mengejar visi pribadi. qta akan menabur tanpa pernah menuai..
So, jadikan visi gerejamu sebagai visimu.
Itulah visi yang Tuhan taruh di hidupmu melalui hamba2Nya di gereja.

Tuhan membangun orang yang membangun kerajaanNya!

Well..

1.000 gereja lokal dan 1.000.000 murid!

29th December
2011
written by admin

Hi guys.. This is a nice year-end reflection I got from Guidepost Daily newsletter.
Read it and be blessed..^^

So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom. Psalm 90:12.

Last night I stopped at a restaurant for dinner.
I was alone and brought my datebook to plan for the next day.
After ordering, I gazed at the datebook and realized that this year was almost over.
I flipped slowly through the pages of past days and weeks and reviewed the last twelve months.

I was amazed to discover all that can happen in a year:
I had accepted a new professional position and moved from Texas to Georgia.
Beth and I had witnessed the wedding vows of our first child Drew and welcomed our daughter-in-law Katie Alice into our family.
Our son Luke had entered the insurance industry, and our daughter Jodi had graduated from Furman University. Somewhere in the middle of all this, I counseled with dozens of students, preached sermons, conducted funerals and wrote a book.
These were just the major events; most of my hours were spent in the routines of living: sleeping, eating, exercise, repairing my car, mowing the lawn, preparing our income tax returns, going to movies, and all the other unremarkable events that fill everyone’s days and nights.

As my food arrived, I realized that the real question confronting me wasn’t, How did I spend last year? but How will I spend the next? How will I use the most precious of God’s gift—life and time?

I can make long lists of things to accomplish and commit myself to New Year’s resolutions.
But I really need to do only two things:
Love God with all that I am, and love my neighbor as much as I love myself.
This is all that really matters.

Lord, keep me from seeing my days as something I own but rather as a gift that comes from You.

By: Scott Walke.
29th December
2011
written by admin

They are my bestfriends.. They’ll always be.. 🙂


Previous
Instagram