Archive for December 26th, 2012

26th December
2012
written by admin

Merry Christmas everyone!
Akhirnya hari yang disebut-sebut sebagai the most beautiful time of the year datang juga..
Hari ini senang banget bisa ke gereja bareng mama papa, plus my beloved one and her mom. Plus, makan bersama n juga foto-foto di photobox, hihihi..
Sudah hampir 3 tahun nggak pernah masuk ke “kotak foto”. Hahaha..
It’s the most beautiful Christmas gift ever!

Ngomong-ngomong, Christmas eve kemarin q disadarkan satu hal melalui sebuah pengalaman.
Di tahun2 sebelumnya, Christmas eve selalu menorehkan kenangan manis di hidupku.
Makan bareng pemasa, bercanda, nyanyi, n doa bareng tepat pukul 12 malam dengan lilin-lilin yang membuat suasana malam Natal jadi mengharukan.
Tahun lalu, someone special-wanna be ngirim kue Natal kreatif plus lego mini piano yang bikin malam Natal jadi berbunga-bunga.
Pengalaman-pengalaman ini kemudian mendatangkan suatu ekspektasi yang tinggi di benakku. Kemarin q berharap there’s something special happened in Christmas eve.
Nyatanya, kemarin cuma nonton rame-rame film Hobbit yang nggak ada suasana Natalnya sama sekali. Hahaha..
Then, sedikit kekecewaan timbul di hati. Yah, nothing special today.

Sesampainya di rumah, q merenung lagi.
Tuhan, kenapa aku begitu kecewa di malam Natal ini?
Kenapa nggak ada sesuatu yang spesial malam ini?
Memang sih, tadi udah cukup happy, tapi q mengharapkan sesuatu yang lebih, sesuatu yang beda, sesuatu yang spesial..
Kemudian, q sadar..
“Lo, ini siapa yang ultah ya? Kenapa aku harus mengharapkan hal yang spesial terjadi atasku hari ini? Kenapa aku harus mengharapkan “kado Natal” malam ini? Siapa yang sesungguhnya berulang tahun?”
Well.. Jawabannya tentu saja: Not me, but Jesus.
So
, yang paling pantas mengharapkan dapat kado istimewa ya Tuhan Yesus dong! Kenapa justru q yang paling berharap?!

Akhirnya, q sadar, apapun yang aku rasakan pada hari Natal, ataupun malam Natal, entah itu sedih atau senang, hari Natal bukanlah tentangku.
Hari Natal adalah tentangNya.
Tentang kelahiranNya, kelahiran Penyelamatku.
Sudah seharusnya aku gembira. Gembira merayakan kelahiranNya.
Sudah seharusnya pula aku lah yang menyiapkan kado untukNya, bukan sebaliknya.
Tapi Tuhan memang sungguh baik, Bapa yang nggak masuk akal mengasihi anak-anakNya. Dia yang berulang tahun, Dia pula yang memberikan pada kita hadiah-hadiah untuk dinikmati di hari Natal.

I’m so thankful for Your love, Father.
Let all my life n love be the sweetest gift for YOU.
Happy birthday my Savior.
Happy birthday my Jesus..

Instagram