Archive for March, 2014

18th March
2014
written by admin

Hi everyone, this is my thought about real friends.
You can be agree or disagree about this, but I just want to share…

Mungkin..
Sama seperti proses menemukan pasangan hidup, di mana kita bertemu dengan berbagai macam orang dan pilihan sebelum akhirnya menemukan orang yang tepat, demikian juga di dalam friendship.
Di antara banyak orang yang kita panggil sebagai sahabat, ternyata tidak semuanya akan menjadi sahabat untuk seumur hidup.
Entah karena tenggelam dalam kesibukan atau karena terpisahkan jarak, hanya real friends yang akan tetap terhubung untuk selamanya.

Mungkin..
Sama seperti Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di sebuah keluarga, demikian juga Dia tidak pernah salah menentukan siapa sahabat sejati kita.
Sepertinya, Tuhan sudah mengatur siapa dengan siapa. Bukan hanya tentang keluarga atau pasangan hidup, tapi juga bahkan dalam hal persahabatan. I believe, He doesn’t only write “love story”, but also “real friends story”.

Mungkin..
Masa-masa selepas kuliah, di mana kata “teman” perlahan mulai digantikan dengan  kata “rekan”, adalah waktu yang paling mendebarkan. Waktu-waktu ini menyingkapkan siapa sahabat sejati kita. Sahabat yang akan terus mencari kita dan kita cari. Sahabat yang terhubung untuk selama hidup. Real friends.

At the end, only real friends will smile & thankful when you’re happy, and cry & pray when you’re sad.
Real friends  last forever.

“As I grew up, I realized that is less important to have many friends, and more important to have the real ones” – Unknown.

 

4th March
2014
written by admin

Hi guys! Tulisan hari ini adalah isi curhat tentang kejadian yang menimpaku hari ini. Jadi sore ini, q berangkat ke tempat mengajar naik taksi. Hujan sih sudah reda, tapi banjir terjadi di beberapa titik, bahkan di depan daerah tempat mengajarku. Nah, berhubung pengalaman yang lalu membuktikan bahwa bapak sopir taksi tetap mengantarkan sampai tujuan, q pun berharap hal yang sama untuk kali ini. Ternyata harapanku tidak terkabul. Bahkan, lebih buruk dari yang q bayangkan. Waktu udah hampir sampai, cuma tinggal lurus saja beberapa rumah, mungkin 6 rumah (tapi rumah besar2 dan lebar), sopir taksinya dengan entengnya bilang, “Wah, nggak berani lewat. Mbak kan bawa payung, turun naik becak.”
Nggak ada kata maaf, bahkan nada bicaranya kasar. Semakin diajak bicara, semakin kasar. Juga nggak ada inisiatif untuk bantu mencari becak, malah ngomel2 di depan setir.
Nah, perdebatan dengan si bapak sopir taksi tidak perlu diceritakan di sini, karena sudah berujung ke nomor telepon pengaduan.

Mau nggak mau, karena bapak sopir taksinya nggak mau jalan, terpaksa q turun dan hiyaa.. Tiba2 ada bapak2 naik sepeda motor lewat sambil ketawa dan mengucapkan kata2 yang nggak sopan.  Sudah sering mengalami yang kayak gini, tapi kali ini bikin hatiku semakin jengkel 3x lipat.
Terus dengan terpaksa harus nyemplung juga ke jalan yang banjir gara2 nggak bisa lewat di trotoar rumah yang banyak pohonnya.
Oh God, ini baru namanya nelangsa. Huaaaa, mau nangis! Sampai2 dengan lebaynya q berkata ke Tuhan, “Tuhan, mana pertolonganmu waktu aku membutuhkannya?”
Tetap nggak ada becak. Nggak ada seorang kenalan yang lewat. Seems like no help comes my way.
Q berdiri di pinggir jalan sambil berpikir. Kalau q terusin jalan terus sampai ke tempat mengajar, bisa2 kayak orang habis berenang alias basah kuyup. Tiba2 terpikir untuk menghubungi seorang teman di tempat kerja. And she comes to pick me up!!
Tanpa berhelm, kayak naik perahu motor, kitapun mengarungi sungai jadi-jadian itu.
Huah, thanks Desy!! You are my hero hahaha 😀

Nah waktu ngajar, sempat cerita2 tentang kejadian yang menimpaku ini ke muridku yang masih 7 tahun. He asked me, “Miss, why don’t u drive a car?” I said, “I still can’t drive. Yet my car is small, can not go through the flood.”
Then he said, “I will buy Pajero for you”. Merasa salah dengar, q jawab, “I should save more money for that.”
And he said clearly, “No, no , no! I will buy it for you! But I don’t know when, when I have money pokoknya”
Hahaha, My heart is melting!!
Yah, namanya juga anak kecil masih nggak tahu apa yang dibilang. Tapi…. Sangat menghibur hatiku yang habis terluka ini (eaa, sori lebay :p)
Waktu mau pulang dan masih juga banjir, q sempat bilang, “I can not go home.”
He said, “You can! My driver will take you home. But you have to wait for my driver.”
Hahaha! What a lovely little boy. Love him much, his name is Ian by the way!

Well, cerita penghiburannya masih berlanjut.
Waktu pulang, tetep aja nggak ada yang jemput dan taksi pun nggak berani menerjang banjir.
Thanks God, I meet my friend Michelle yang habis ngajar juga.
Akhirnya minta tolong untuk diantar ke pangkalan taksi GM dan puji Tuhan lagi, tiba2 ada taksi datang di pangkalan taksi yang lagi kosong waktu itu. 
Thanks Michelle!

Nah, dari serangkaian cerita panjangku hari ini, ada satu hal yang q dapatkan.
God is faithful.
Sekalipun tampaknya seperti nggak ada pertolongan, nggak ada mujizat kemunculan becak secara tiba2, juga nggak ada kemunculan seorang kenalan yang tiba2 lewat. Bahkan, ketika pulangnya taksi nggak berani lewat, orang rumah nggak bisa jemput, dan aku harus ke pangkalan taksi GM dulu pake acara nunut2 segala, Tuhan tidak pernah kehilangan caraNya.
Hehehe. Ternyata saya tidak melas2 amat hari ini.
He uses people! Even he uses a little kid just to make me smile again and feel loved.
He is faithful!

So, kesimpulannya: bad day?
Benar2 tergantung pada respon hati!:D

*Jika ada pertanyaan, “Mengapa tidak belajar nyetir?” Jawabannya adalah “Sudah belajar, tapi belum dipercayai untuk menyetir sendiri* hahaha

1st March
2014
written by admin

Hi everyone! Sudah terlampau lama saya nggak nulis blog, jadi kali ini langsung aja ya ke topik bahasan.
Banyak hal di hidup kita yang sangat-sangat bisa untuk disyukuri.
Beberapa hari yang lalu q & kokoku iseng2 menghitung berapa banyak hal yang bisa disyukuri, hasilnya luar biasa banyak dan belum bisa selesai menghitung karena sebenarnya berkat Tuhan tidak terhitung banyaknya!
I realized that I’m blessed!

Nah, guys, kalau ada waktu luang, coba deh lakukan hal yang sama.
Ambil selembar kertas dan mulai tulis hal-hal apa saja yang bisa disyukuri, jangan lupa tuliskan nomornya juga.
Mulai dari keluarga, rumah, pekerjaan, alat transportasi, pendidikan, talenta, sampai hal-hal terkecil sekalipun yang terlintas di benak kalian.
Selamat menghitung dan sadarilah: you are blessed! 🙂

Instagram