Main image
13th March
2013
written by admin

Hi everyone!
Pernahkah kamu mengalami perbedaan dengan orang-orang di dalam gereja?
Misalnya, beda pendapat, beda prinsip, beda pola pikir, beda pemikiran, atau perbedaan-perbedaan lainnya?
Hmm, pasti semua orang pasti pernah mengalami perbedaan. Bahkan orang yang paling penurut pun pasti pernah mengalami sekali/dua kali perbedaan pendapat dengan orang lain.

Lalu, pernahkah juga kamu mengalami gesekan (atau dalam bahasa gaulnya: nggak enakan) sama mereka?
Misalnya, merasa tersinggung karena sikap/perkataan seseorang, berdebat pendapat dengan keras, atau merasa ditekan, dll?
Yang satu ini kayaknya juga pasti pernah deh..
Sebagai manusia normal yang punya perasaan dan ego, kita semua pasti mengalami gesekan. Apalagi di dalam suatu komunitas ada berbagai macam orang dengan beragam latar belakang kepribadian.

Nah, sekarang, pernahkah kamu mengalami kekecewaan terhadap mereka?
Merasa sakit hati, merasa dihakimi, lalu  kehilangan kepercayaan, atau bahkan kehilangan kasih terhadap mereka?

Well..
Permasalahan seperti yang q sebut di atas sepertinya bukan hal asing lagi terjadi di antara banyak orang yang bergereja.
Sebenarnya, permasalahan2 seperti itu tidak hanya terjadi di gereja, tetapi lebih sering lagi terjadi di luar gereja. Nah, masalahnya, di gereja kita diajarkan tentang Tuhan dan ajaranNya. Seharusnya, orang-orang yang sudah lama bertumbuh di dalamnya adalah orang-orang yang sudah bertobat sehingga sudah baik cara hidupnya dan mengerti bagaimana berbuat kasih terhadap sesama. Pandangan ini yang kemudian membuat orang lebih mudah merasa kecewa ketika melihat hal negatif dilakukan oleh orang dalam gereja.

So, let’s think deeper..
Daripada menganggap perbedaan dan gesekan sebagai sesuatu yang menghalangi pertumbuhan, mengapa tidak menganggapnya sebagai proses pemurnian dan pendewasaan?
Perbedaan dan gesekan adalah hal wajar agar kita menjadi pribadi yang lebih dewasa. Lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan, lebih dewasa dalam menjaga hati, dan juga lebih dewasa di dalam kasih.
Untuk menjadi orang yang kuat dalam karakter, kita perlu dibentuk melalui berbagai macam proses.

Manusia tetaplah manusia, akan selalu punya kekurangan dan melakukan kesalahan. Jangan berharap berlebihan pada manusia.
Fokus kita jangan salah. Ketika beribadah di gereja dan terlibat dalam pelayanan, ingatlah bahwa kita sedang melakukannya untukNya dan karenaNya.

Lalu, bagaimana menyikapi kekecewaan?
Pernah merasa kecewa itu wajar, tapi tinggal di dalam kekecewaan itu merugikan diri sendiri. Ingatlah, sekalipun mengalami kekecewaan, kita bukan produk dari rasa pahit.  Teruslah bersikap baik dan tulus hati.

Hari ini, jangan jadi orang yang pahit.
Mengasihilah lebih lagi.
Kasih meminimalkan penyesalan.
Orang yang tidak pernah rugi adalah orang yang selalu mengasihi.
Bertahanlah dalam proses dan jadilah pemenang! ­čÖé

2 Comments

  1. Marcell
    15/03/2013

    Feliiiiiiiiiiiii *twothumbsup

  2. 15/03/2013

    heii marcelll…lama tak bersua…..

Leave a Reply

Instagram