Article

10th February
2015
written by admin

Hi friends! Hari ini q mau sharing tentang sebuah pesan yang q dapatkan untuk menjalani tahun ini.
Sebuah misi yang kuat sekali ditaruh di dalam hatiku, dan diteguhkan beberapa kali lewat kotbah, beberapa kejadian,  dan renungan harian online langgananku.

Jadi, memasuki tahun 2015 ini sesungguhnya q nggak terlalu bersemangat.
Ya, sebetulnya waktu mendekati akhir bulan Desember itu q semangat banget untuk menyongsong tahun 2015. Tapi begitu terjadi tragedi Air Asia QZ8501, semangatku tiba-tiba lenyap.
Bahkan, sempat melintas di pikiranku untuk menghapus resolusi & rencana-rencana 2015 yang sudah q tulis di memo HPku. Bukan tanpa alasan, waktu itu sempat terbersit di pikiranku seperti ini, “Sebetulnya sia-sia juga berdoa atau berencana macam-macam, toh kalo sudah kehendak Tuhan ya terjadilah. Jadi, ngapain terlalu memikirkan sebuah rencana, lebih baik pasrah aja.”
Tapi tentu saja, pikiran itu tidak mendapatkan tempat tinggal di pikiranku.
Q tahu itu pikiran yang salah. Berdoa bukanlah memaksa Tuhan untuk menuruti kehendak kita, tapi justru ketika berdoa, kita mencari kehendak Tuhan. Ketika berdoa, kita berserah. Ketika berdoa, kita mempercayakan hidup kita pada Pribadi yang tepat.

Berjalan beberapa hari di tahun 2015, q kembali membangun semangatku.
Q mulai tulis resolusi & rencana-rencana 2015 ke dalam buku yang q sebut sebagai “Book of Everything“. Ya, karena q suka menuliskan apa yang q pikirkan, jadi q punya sebuah buku yang isinya campur aduk: lesson plan buat murid-murid, jadwal mengajar, daftar nama-nama tempat liburan yang mau q kunjungi, daftar nama orang-orang yang bakal q undang kalau q married suatu hari nanti (my Mom says I’m weird because of this, haha!), resep masakan yang q pelajari dari Mama (yes, akhirnya q memutuskan tahun ini harus mulai belajar masak), dan masih akan banyak lagi yang mau q tulis di buku ini.

Selesai menulis semua resolusi & rencana-rencana di “Book of Everything“, hatiku masih mengganjal sih. Soalnya, q menyadari,  beberapa resolusi & rencanaku untuk tahun ini masih sama dengan tahun lalu.
Akhirnya kuputuskan untuk membuat jadwal kehidupan/daily schedule dari bangun tidur sampai tidur, dari Senin sampai Minggu.
(Okay, sebetulnya tahun lalu q pernah membuat seperti ini, tapi terlalu detil sampai q capek sendiri menjalaninya & ditambah kurang disiplin jadi gagal deh)
Nah, kali ini, di dalam jadwal kehidupanku itu juga q masukkan beberapa resolusiku untuk dilakukan di waktu tertentu (Misalnya, tahun ini aku mau mulai belajar masak, jadi setiap Selasa q sudah janjian sama Mama buat belajar masak dimulai dari jam 11 siang). Dengan begitu, rencana tidak hanya jadi rencana dan tahun ini q bisa melakukan apa yang sudah q rencanakan.
Nah, jadi teringat sebuah ayat yang berkata: “Jika Tuhan berkehendak, maka aku akan berbuat ini dan itu”. So, I thing it’s very important for us to have plan & goal in this life. For if it is the Lord’s will, it’s gonna be happen.

Nggak berhenti di situ, hatiku masih mencari-cari. Seperti ada sesuatu yang lain yang harus q lakukan di tahun ini. Apalagi, sejak tragedi Air Asia itu, q merasa sangat penting untuk menjaga hubungan, & mengasihi orang-orang tanpa menyisakan ruang untuk sebuah penyesalan. But, I don’t really know how to do it..
Hingga suatu hari, waktu lagi di dalam perjalanan di taksi, q iseng membuka sebuah artikel di internet. Q lupa judulnya dengan detil, tapi intinya tentang  jika kita mau sukses kita harus bisa membagi penghasilan kita. Sebetulnya q udah ngeliat judul artikel ini berkali-kali tapi tidak pernah tertarik untuk membacanya, sampai hari itu di dalam taksi q baca. Dan isinya sangat memberkatiku. (Aku lupa q baca artikelnya sampai habis atau nggak-, soalnya 1 poin itu sangat amat menginspirasiku, jadi q lupa dengan sisanya yang dibicarakan di sana).
Poin itu adalah sebuah kalimat yang bunyinya kira-kira seperti ini: Kalau kita nggak punya banyak uang, maka gunakan uang kita bukan untuk beli barang pribadi kita, tapi untuk membeli kado bagi orang lain, terutama orang-orang terdekat kita.

Kalimat itu terus terngiang-ngiang & q pikirkan terus. Sampai akhirnya q putuskan kalau tahun ini q akan gunakan sebagian uang untuk memberkati orang-orang yang q sayangi: keluargaku, sahabat-sahabatku. Tentu q belum bisa memberi sesuatu yang begitu berharga, tapi q pingin memberi sesuatu mungkin di hari spesial mereka,  hanya supaya mereka tahu bahwa mereka sangat berharga. Berharga buatku.

Nah, lalu hal-hal inilah yang meneguhkan misi itu.
Q teringat kotbahnya Ko Philip di Natal AOG 2014. Q lupa pastinya tapi yang jelas waktu itu membahas tentang hukum yang terutama, yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Ini berarti bahwa keduanya sama pentingnya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Mengasihi sesama sama seperti kita mengaku mengasihi Tuhan.
Q juga teringat kotbah ko Philip yang q dengarkan dari You Tube yang judulnya kalau nggak salah “Karunia Membedakan Roh”. Di sana ada 1 pesan yang q dapat, bahwa hubungan itu penting. Tuhan menghargai orang yang menghargai hubungan.
Selain itu, di akhir tahun 2014 sendiri aku mengalami sendiri di hidupku bagaimana Tuhan memulihkan hubunganku dengan seorang sahabat lamaku yang dingin selama kurang lebih 1,5 tahun.
Di beberapa hari ini, renungan harian yang q baca juga terus menerus membahas tentang menggunakan uang untuk memberi, mengasihi sesama, menghargai hubungan.
Selain itu, di materi Connect Group Sabtu lalu, juga membahas tentang mengasihi sesama,
Dan masih banyak lagi hal-hal yang semakin meneguhkanku.
Visi gereja di tahun 2015 ini juga tentang kerendahan hati. Q seperti diajar untuk menghargai orang-orang di sekitarku. Keluargaku, pacarku, sahabatku. Orang-orang yang berharga bagiku. Q sungguh diberkati punya mereka di hidupku. Q butuh mereka. Jujur, q agak gengsi untuk menyatakan ke orang lain, yang terdekat sekalipun, bahwa q bangga kenal mereka & punya mereka di hidupku. Tapi kali ini, q jujur 😀

Yah, semoga tulisan ini menginspirasi dan sekaligus meneguhkan kalian yang mungkin juga mendapatkan pesan yang sama denganku.
Love GOD, love people 🙂

29th January
2015
written by admin

Holla everyone!
Hari Minggu kemarin aku habis hang out sama sahabat-sahabatku semasa SMA. Bukan pertama kalinya sih, tapi kemarinlah yang paling berkesan. Setelah masing-masing punya pasangan dan punya urusan masing-masing, I realized that our friendship doesn’t change at all. We still pray together before eat, we still laugh out loud at the same jokes,  taking weird photos together, and the most important is we still love each other just like the old times!

How thankful I am to have them!

Eventhough we live kilometers away from each other (Surabaya, Probolinggo, Tulungagung), but we always have time to keep in touch. I mean, we always MAKE TIME for each other. I think that’s the key for a long lasting relationship.

So, here I want to brag them! My precious friends, the best buddies I met in high school. From them I could see myself as a BLESSED one!
I always pray that GOD will continually bless them & bless our friendship & let 2 of my high-quality-single-friends to find their soulmate SOON! HAHA!

bff1

(From left to right: Steven, ko Steven,me, Oliph, Meme, & Bonny)

bff3

 (From left to right: Me, Oliph, & Meme)

1st January
2015
written by admin

Hi guys. Happy new year 2015.

Jujur, memasuki tahun baru kali ini, q masih belum bisa move on dari rasa sedih karena kejadian kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. I can feel the grief of the passengers’s family. It is so heartbreaking 🙁

That’s why, for some people, it is not a happy new year. It is a harder year, or maybe the hardest year in their life. Ada yang harus menjalani tahun ini tanpa kehadiran beberapa anggota keluarga mereka lagi, bahkan ada yang bahkan sudah tidak punya keluarga inti lagi.

Dari kejadian ini, q semakin sadar. Life is so fragile. Kehilangan bisa datang sewaktu-waktu. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di hari depan.

We need God. We really do! We need the greater power, we need the stronger hands to hold us. God is the only One we can depend on.

That’s why, memasuki tahun ini q cuma mau jalani hidup yang lebih bermakna. Hidup yang sadar bahwa semua yang di dunia ini cuma sementara, so make time for what matters most.

Captive my heart Lord to love You more, to honor You more, to respect You more, to fear You more, to listen You more.

30th December
2014
written by admin

I was wrong. Di post sebelumnya aku sempat berkeluh kesah karena membayangkan gonna-be-a-flat holiday, today I realized that it was a BIG mistake. In fact, my holiday was so fun! I had one week full of gathering with my close friends, even God restored & renewed my relationship with one of my bestfriend. How I am thankful to God for this beautiful Christmas!

Tapi di sisi lain, Natal kali ini juga berselimut duka 🙁
Sebuah berita buruk datang hari Minggu kemarin, berita hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 jurusan Surabaya-Singapore. It is the same flight number I am going to take for my vacation with my family on March 2015, also the same departure time.

Shocked.

Deeper in my heart, I pray, “Lord Jesus, please do something. You have to do something. Seharusnya ada mujizat Tuhan, please..!” (since I know most of them are Christian and I do really hoping that God helps them)
Pasti bakalan gempar kalau mereka selamat dan bisa bersaksi.
Tapi, setelah 2 hari pencarian dan hari ini ditemukan serpihan pesawat dan beberapa jenazah, sedikit kekecewaan timbul di hatiku. Yahh… Tuhan…Mengapa Tuhan?? :,(

Dan malam ini waktu q berdoa (harapan masih ada!) dan baca Alkitab, tertulis:
“… Akulah TUHAN”-Keluaran 6:1.
Ya, Dialah Tuhan. God is God and we are not.
Dia selalu tahu yang lebih baik, yang terbaik.
Dia tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan kita.
Dia setia. Dia punya cara terbaik, jalan terbaik, rancangan yang terbaik.
Dia tetap baik. Apapun yang terjadi.
Dialah yang berkuasa atas dunia, atas manusia, atas hidup kita.
Dialah Tuhan.

Mungkin kita belum bisa mengerti.
Pasti tidak mudah melalui masa yang sulit ini.
Tapi Dia Imanuel, Allah beserta kita.

Jangan lepaskan pengharapan kita padaNya.
Dia tetap Tuhan yang bisa dipercaya.
Dan kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup hari ini dan memasuki tahun 2015, jangan sia-siakan lagi hidup kita.
Cintai keluarga kita. Cintai teman-teman kita.
Tunjukkan kasih ke semua orang. Jaga setiap hubungan sebaik mungkin.

Natal tahun ini mungkin berbeda.
Tapi Dia tetap sama, dulu sekarang dan selamanya.
“…. Akulah TUHAN”-Keluaran 6:1.

My deep condolences goes to all the passengers of Air Asia QZ8501 and their families. God is with us.
🙁

 

15th December
2014
written by admin

Hi everybody! I feel really tired these several days. Both physically and psychologically.

Actually I should be thankful for the long holiday (2 weeks!) that is coming on next week. But sadly, I have no exciting plan for this holiday, no where to go, nothing to do. Thinking about my gonna-be-flat-holiday sometimes stressed me out. It’s better to go to work and meet the kids than to be at home doing nothing.

I’m always dreaming of spending holiday going on vacation with my family and my bestfriends. Sharing the laughs and joy for the whole day. Taking pictures until we all tired to pose. Having a heart-to-heart and secret conversation until midnight and fall asleep. Sing and pray together. Oh no! How I miss the old times :,(

Last Friday, I had a great quality time with my bestfriend and we chatted a lot until we almost lost our voices. Too many things happen, too many stories to share. And always, we almost forgot to take picture together. But one thing for sure, we never forget to do a tight hug before we say goodbye.

For me, having a quality time with bestfriends is a medicine that lights up my heart. Then, it cheers up my mind. At the end, it changes my day in a magical way.

But you know, after the day is gone, I miss it again! 🙁

Previous
Next
Instagram