Main image
29th February
2012
written by admin

“Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya kita mengenali masalah dalam diri kita dan belajar untuk menanganinya. Ia sedang mengerjakan sesuatu dalam diri kita supaya kita dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar-benar inginkan.”
– Joel Osteen.

Hai teman!
Kalimat Joel Osteen di atas q ambil dari buku renungan yang q baca tiap pagi.
Nah, waktu pagi hari Senin kemarin, kalimat renungan ini ngena banget..

Pagi itu, q habis bad mood sama kokoku hanya karena dia menduduki kursi yang mau q duduki..
(ckckck, please jangan ilfeel ya teman, hahahaha…)
Nah, habis bad mood itu q merasa nggak dewasa banget >.<

Ya ampun, am I okay?? Sorry God, I’m too childish..
Sambil merasa bersalah, q buka buku renungan yang hari ini membahas “Api Tuhan yang Memurnikan”.
Ayat emasnya diambil di 1 Petrus 4:12 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.”
Penjelasan dari ayat itu sangat menegur sekaligus menghibur q..

Tuhan memiliki maksud ilahi untuk setiap tantangan yang datang ke dalam kehidupanku.
Pencobaan dimaksudkan untuk menguji karakterku, menguji imanku.
Tuhan lebih tertarik mengubahku dibandingkan mengubah keadaan2ku.
Tentu saja, Dia dapat dan sering melakukannya. Tapi sebagian besar waktuku, q diuji dalam bidang-bidang di mana q paling lemah.
Tuhan dengan sengaja menggunakan beberapa keadaan sebagai sebuah cermin, supaya q dapat mengenali masalah dalam diriku dan belajar untuk menanganinya.
Dia sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku supaya aku dapat naik ke suatu tingkat yang baru dan menjadi orang yang Ia benar2 inginkan.
Tuhan memakai orang2 dan keadaan2 untuk menolongku melihat diriku lebih baik.
Tuhan tidak akan mengubah siapapun yang sedang berurusan denganku sebelum Dia lebih dulu mengubahku.

Ditambah tuntunan doa yang bunyinya:
“Bapa, aku ingin segera berubah saat Engkau menunjukkan kepadaku bidang2 di mana q perlu bertumbuh.
Tolong berikanlah aku keberanian, kekuatan, dan kemauan untuk membuat perubahan2, dan kesabaran untuk mengijinkan proses perubahanMu mengerjakan karya yang lengkap dalamku.”

Ya..
Kadang qta jengkel dengan orang lain atau keadaan yang nggak sesuai harapan qta.
Atau mungkin, seperti q, kadang qta kecewa dengan diri sendiri atas kelemahan2 qta.
1 hal yang q pelajari, qta semua nggak sempurna, nggak perlu kecewa dengan ketidaksempurnaan itu.
Tuhan selalu suka proses, tidak masalah kalau kadang qta masih melakukan kesalahan.. (Ini berarti tidak masalah juga kalau kadang orang lain masih melakukan kesalahan!)
Gesekan dengan orang lain dan keadaan ibarat amplas yang dipakaiNya untuk memperhalus bagian2 yang kasar dari diri kita.
Tidak ada jalan pintas menuju kedewasaan..
Dia sedang menunggu, bahkan menolong qta mengatasi diri qta sendiri..
🙂
Ah, thanks Father!

Be blessed, friends:)

2 Comments

  1. Handy
    02/03/2012

    Nice article Fel.
    Renungan dari mana ya yg kamu baca ini?
    Well, meskipun inti permasalahan bukan pada kursinya, tapi jadi penasaran juga, kursi seenak apa ya itu yg bisa bikin ngambek gara2 ditempati koko sendiri hahahaha

  2. 02/03/2012

    huahahaa, itu nyindir skali ko kalimatnya “kursi seenak apa ya itu yg bisa bikin ngambek gara2 ditempati koko sendiri” hahaha…
    btw, Your Best Life Now ko buku rnungannya 😀

Leave a Reply

Instagram