Main image
11th April
2014
written by admin

Hi guys! Setelah sekian lama, akhirnya q kembali menulis blog. Kali ini q udah nggak sabar untuk menceritakan perbuatan heran Tuhanku! Mujizat baru saja terjadi di hidupku! Yuhuu!!
Mujizat apakah itu?

Jadi, sejak akhir tahun lalu, berat badanku semakin menurun dan menurun, kalau ditotal kira2 turun 6 kg. Dari yang mulanya 42 kg jadi 36 kg.
And everyone starts asking me why.. Dan tentu saja q juga nggak tahu kenapa kok semakin kurus padahal porsi makanku tetap. Selain itu, dalam sehari q bisa beberapa kali ke toilet untuk setoran wajib, sampai2 dimarahi juga sama mamaku karena keseringan.
Akhirnya di suatu Minggu pagi, waktu lagi siap2 mau berangkat ke gereja, mama memperhatikan ada yang janggal di leherku. Leherku kelihatan besar.
Mama langsung bilang mungkin q sakit basedof (atau disebut Grave Disease ato hipertiroid), soalnya mama juga pernah mengalami hal yang sama dan dioperasi puluhan tahun yang lalu.

Besoknya, q pergi ke dokter THT dan disarankan untuk cek darah. Dan hasil tes darah menunjukkan kalau q hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan). Dari dokter THT, akhirnya ganti ke dokter ahli kepala dan leher supaya lebih jelas. Jadi, sejak Desember 2013 lalu sampai bulan Maret 2014 ini q selalu cek darah + kontrol dokter sekali dalam sebulan. Hasil cek darah Desember hipertiroid, Januari hipertiroid, Februari hipotiroid, Maret hipertiroid. Di bulan Desember, dokter bilang bisa diobati dengan minum obat anti tiroid aja karena basedofnya masih kecil. Tapi ternyata di bulan Januari, basedofnya belum hilang setelah minum obat, dokterpun bilang kalau mau sembuh total memang harus dioperasi. Minum obat sih bisa tapi lama dan tidak bagus untuk jangka panjang karena bisa merusak ginjal, dll. Yah, sedih deh hatiku waktu itu karena q nggak pingin dioperasi.  Membayangkan bekas jahitan di leher rasanya gimana gitu..
Tapi, dokter juga bilang bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hasil cek darah untuk hormon tiroidnya sudah normal.
Akhirnya, q terus minum obat hingga bulan berikutnya.

Nah, di bulan Februari leherku malah semakin besar. Tapi berat badanku juga bertambah. Q langsung curiga kalau sekarang kondisiku justru hipotiroid, karena ciri2 hipotiroid adalah berat badan semakin bertambah. Dan ternyata hasil cek darah juga mengatakan demikian.
“Hormon memang susah dikontrol”, kata dokter.
Akhirnya untuk sebulan berikutnya obat dihentikan.

Nah, pada masa inilah kok aku jadi jerawatan yah. Stres bertambah deh. Padahal kata dokter, stres & kecapekan menjadi faktor penyebab hipertiroid ini. Ya sudahlah lupakan dulu jerawat, kembali ke basedof dulu. Setelah sebulan obat dihentikan, bulan Maret hasil cek darahku menunjukkan hipertiroid lagi. Jadi q harus minum obat lagi, tapi dosisnya diturunkan. Yang awalnya 2 butir sehari jadi 1 butir saja. Di bulan Maret inilah, q berpikir.. Sebenarnya sejak sebulan yang lalu di hati kecilku aku yakin Tuhan Yesus akan menyembuhkan aku tanpa operasi. Tapi di sisi lain, q berpikir bahwa penyakit ini bukan penyakit parah, masih bisa diobati, kalaupun terpaksa masih bisa dioperasi. Q merasa bahwa q nggak layak untuk mendapatkan mujizatNya. Tapi, kalau memang harus operasi, kenapa diulur-ulur ya Tuhan?
Ketika itu q sadar, Tuhan nggak mungkin mengulur-ulur waktu berbulan-bulan untuk kemudian berakhir hanya dengan operasi. Q yakin Dia punya rencana yang jauh lebih besar, jauh lebih mulia! Tuhan mau menyatakan mujizatNya! Sekarang saatnya untuk percaya!

Q mulai bangkitkan imanku. Nonton tayangan Before 30 di YouTube, yang tiba2 kok pas ko Philip mendoakan leher seseorang. Terus di gereja, waktu dengerin kotbah ce Yenny Verodika. Lalu, waktu KNY  ce Mimi mendoakan semua orang sakit. Sejak saat itu, q selalu bilang ke orang-orang rumah dan ke semua orang. Q beriman sembuh tanpa operasi, tapi ya terserah Tuhan. Tapi q percaya. Yes! Aku nggak perlu operasi, yes!!

Waktupun berlalu, dan April tiba. Saatnya untuk cek darah dan ke dokter.
Waktu q baca sendiri hasil cek lab, ternyata sudah normal! Tapi teringat juga kata dokter bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hormonnya sudah normal. Tapi q sungguh percaya bahwa q sudah sembuh.
Dannnn…. Sebelum dokter buka hasil cek darahnya, beliau meraba2 leherku dan kemudian berkata, “Ini sudah baik.”
Lalu, beliau membuka hasil cek darahnya dan mulai menuliskan catatan.
Q pun berkata, “Sudah normal ya, dok?”
“Iya”, jawab dokter.
Kemudian mama bertanya, “Terus kapan bisa dioperasi, dok?”
Jawaban yang kutunggu-tunggu akhirnya terdengar, “Nggak usah operasi. Ini sudah sangat mengecil kok. Biasanya sudah nggak bisa berkembang. Tetap diminum obatnya tapi setengah biji aja sehari, nanti 2 bulan lagi kontrol. Kalau sudah benar2 baik, nggak usah minum obat lagi.”
YAIYYYYY!!!!! Praise God!! My Jesus is awesome!!!

Walaupun masih harus minum obat dan tetap ga boleh stres dan kecapekan, tapi q nggak perlu operasi.  Q percaya Dia akan menyempurnakan kesembuhanku!
I once again realized that nothing is impossible with HIM! Selalu ada ruang untuk kasih karuniaNya bekerja di dalam hidup kita!

Thanks Jesus for being so so so GOOD to me!!!
LOVE YOU MORE!

3 Comments

  1. Cindy Nio
    14/04/2014

    That’s amazing Feli!! Take care of ur health yaa.. Jangna lupa mnm obatnya yg teratur 🙂

  2. 14/04/2014

    Yes Cin!! 😀 Our God is so real! Thankss, take care yours too 😀

  3. 05/05/2014

    Waaah~ Praise the Lord! 😀

Leave a Reply

Instagram