Main image
16th April
2014
written by admin

Hi guys!
Ini adalah tulisan hasil perenunganku akhir2 ini.

Banyak orang takut kehilangan harta, pekerjaan, teman, dll. Seringkali ketika kita menerima banyak berkat Tuhan di hidup kita, tiba2 ada suatu perasaan takut jika suatu hari kita akan kehilangannya.
Nah, hari2 ini q merasa so overwhelmed by HIS love, hingga q sadar bahwa kita nggak perlu takut kehilangan apapun di dunia ini. Semua berkat berasal dari Tuhan!
Semakin kita sadar bahwa Tuhan bekerja di balik segala peristiwa, semakin enteng rasanya hidup ini! Q nggak bilang bahwa hidup jadi semakin mudah, tapi jadi semakin ringan, karena kita menanggalkan semua beban yang memang nggak perlu dibawa.

Ketika perasaan takut kehilangan pergi dari hati kita, kita bisa jadi diri kita seutuhnya, tanpa bayang2 kekuatiran akan penilaian orang lain.
Kita akan dapat bekerja dengan lebih baik, tanpa rasa takut kehilangan pekerjaan/upahnya.
1 prinsip yang perlu untuk kita tanamkan di hidup ini adalah “The Master I’m serving is CHRIST!”
Ya! Tuhanku adalah BIG BOSS-ku, akan kulakukan yang terbaik demi Dia!
Dengan begitu hati kita tidak melekat dan berorientasi kepada apapun, tetapi melekat dan berorientasi kepadaNya. Ketika kita lakukan semua untuk Tuhan, Dialah jaminan kita yang pasti!
Hari ini kukatakan, hidup yang tidak disetir oleh kekuatiran adalah hidup yang paling nikmat. Freedom! \m/

11th April
2014
written by admin

Hi guys! Setelah sekian lama, akhirnya q kembali menulis blog. Kali ini q udah nggak sabar untuk menceritakan perbuatan heran Tuhanku! Mujizat baru saja terjadi di hidupku! Yuhuu!!
Mujizat apakah itu?

Jadi, sejak akhir tahun lalu, berat badanku semakin menurun dan menurun, kalau ditotal kira2 turun 6 kg. Dari yang mulanya 42 kg jadi 36 kg.
And everyone starts asking me why.. Dan tentu saja q juga nggak tahu kenapa kok semakin kurus padahal porsi makanku tetap. Selain itu, dalam sehari q bisa beberapa kali ke toilet untuk setoran wajib, sampai2 dimarahi juga sama mamaku karena keseringan.
Akhirnya di suatu Minggu pagi, waktu lagi siap2 mau berangkat ke gereja, mama memperhatikan ada yang janggal di leherku. Leherku kelihatan besar.
Mama langsung bilang mungkin q sakit basedof (atau disebut Grave Disease ato hipertiroid), soalnya mama juga pernah mengalami hal yang sama dan dioperasi puluhan tahun yang lalu.

Besoknya, q pergi ke dokter THT dan disarankan untuk cek darah. Dan hasil tes darah menunjukkan kalau q hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan). Dari dokter THT, akhirnya ganti ke dokter ahli kepala dan leher supaya lebih jelas. Jadi, sejak Desember 2013 lalu sampai bulan Maret 2014 ini q selalu cek darah + kontrol dokter sekali dalam sebulan. Hasil cek darah Desember hipertiroid, Januari hipertiroid, Februari hipotiroid, Maret hipertiroid. Di bulan Desember, dokter bilang bisa diobati dengan minum obat anti tiroid aja karena basedofnya masih kecil. Tapi ternyata di bulan Januari, basedofnya belum hilang setelah minum obat, dokterpun bilang kalau mau sembuh total memang harus dioperasi. Minum obat sih bisa tapi lama dan tidak bagus untuk jangka panjang karena bisa merusak ginjal, dll. Yah, sedih deh hatiku waktu itu karena q nggak pingin dioperasi.  Membayangkan bekas jahitan di leher rasanya gimana gitu..
Tapi, dokter juga bilang bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hasil cek darah untuk hormon tiroidnya sudah normal.
Akhirnya, q terus minum obat hingga bulan berikutnya.

Nah, di bulan Februari leherku malah semakin besar. Tapi berat badanku juga bertambah. Q langsung curiga kalau sekarang kondisiku justru hipotiroid, karena ciri2 hipotiroid adalah berat badan semakin bertambah. Dan ternyata hasil cek darah juga mengatakan demikian.
“Hormon memang susah dikontrol”, kata dokter.
Akhirnya untuk sebulan berikutnya obat dihentikan.

Nah, pada masa inilah kok aku jadi jerawatan yah. Stres bertambah deh. Padahal kata dokter, stres & kecapekan menjadi faktor penyebab hipertiroid ini. Ya sudahlah lupakan dulu jerawat, kembali ke basedof dulu. Setelah sebulan obat dihentikan, bulan Maret hasil cek darahku menunjukkan hipertiroid lagi. Jadi q harus minum obat lagi, tapi dosisnya diturunkan. Yang awalnya 2 butir sehari jadi 1 butir saja. Di bulan Maret inilah, q berpikir.. Sebenarnya sejak sebulan yang lalu di hati kecilku aku yakin Tuhan Yesus akan menyembuhkan aku tanpa operasi. Tapi di sisi lain, q berpikir bahwa penyakit ini bukan penyakit parah, masih bisa diobati, kalaupun terpaksa masih bisa dioperasi. Q merasa bahwa q nggak layak untuk mendapatkan mujizatNya. Tapi, kalau memang harus operasi, kenapa diulur-ulur ya Tuhan?
Ketika itu q sadar, Tuhan nggak mungkin mengulur-ulur waktu berbulan-bulan untuk kemudian berakhir hanya dengan operasi. Q yakin Dia punya rencana yang jauh lebih besar, jauh lebih mulia! Tuhan mau menyatakan mujizatNya! Sekarang saatnya untuk percaya!

Q mulai bangkitkan imanku. Nonton tayangan Before 30 di YouTube, yang tiba2 kok pas ko Philip mendoakan leher seseorang. Terus di gereja, waktu dengerin kotbah ce Yenny Verodika. Lalu, waktu KNY  ce Mimi mendoakan semua orang sakit. Sejak saat itu, q selalu bilang ke orang-orang rumah dan ke semua orang. Q beriman sembuh tanpa operasi, tapi ya terserah Tuhan. Tapi q percaya. Yes! Aku nggak perlu operasi, yes!!

Waktupun berlalu, dan April tiba. Saatnya untuk cek darah dan ke dokter.
Waktu q baca sendiri hasil cek lab, ternyata sudah normal! Tapi teringat juga kata dokter bahwa operasi hanya bisa dilakukan kalau hormonnya sudah normal. Tapi q sungguh percaya bahwa q sudah sembuh.
Dannnn…. Sebelum dokter buka hasil cek darahnya, beliau meraba2 leherku dan kemudian berkata, “Ini sudah baik.”
Lalu, beliau membuka hasil cek darahnya dan mulai menuliskan catatan.
Q pun berkata, “Sudah normal ya, dok?”
“Iya”, jawab dokter.
Kemudian mama bertanya, “Terus kapan bisa dioperasi, dok?”
Jawaban yang kutunggu-tunggu akhirnya terdengar, “Nggak usah operasi. Ini sudah sangat mengecil kok. Biasanya sudah nggak bisa berkembang. Tetap diminum obatnya tapi setengah biji aja sehari, nanti 2 bulan lagi kontrol. Kalau sudah benar2 baik, nggak usah minum obat lagi.”
YAIYYYYY!!!!! Praise God!! My Jesus is awesome!!!

Walaupun masih harus minum obat dan tetap ga boleh stres dan kecapekan, tapi q nggak perlu operasi.  Q percaya Dia akan menyempurnakan kesembuhanku!
I once again realized that nothing is impossible with HIM! Selalu ada ruang untuk kasih karuniaNya bekerja di dalam hidup kita!

Thanks Jesus for being so so so GOOD to me!!!
LOVE YOU MORE!

18th March
2014
written by admin

Hi everyone, this is my thought about real friends.
You can be agree or disagree about this, but I just want to share…

Mungkin..
Sama seperti proses menemukan pasangan hidup, di mana kita bertemu dengan berbagai macam orang dan pilihan sebelum akhirnya menemukan orang yang tepat, demikian juga di dalam friendship.
Di antara banyak orang yang kita panggil sebagai sahabat, ternyata tidak semuanya akan menjadi sahabat untuk seumur hidup.
Entah karena tenggelam dalam kesibukan atau karena terpisahkan jarak, hanya real friends yang akan tetap terhubung untuk selamanya.

Mungkin..
Sama seperti Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di sebuah keluarga, demikian juga Dia tidak pernah salah menentukan siapa sahabat sejati kita.
Sepertinya, Tuhan sudah mengatur siapa dengan siapa. Bukan hanya tentang keluarga atau pasangan hidup, tapi juga bahkan dalam hal persahabatan. I believe, He doesn’t only write “love story”, but also “real friends story”.

Mungkin..
Masa-masa selepas kuliah, di mana kata “teman” perlahan mulai digantikan dengan  kata “rekan”, adalah waktu yang paling mendebarkan. Waktu-waktu ini menyingkapkan siapa sahabat sejati kita. Sahabat yang akan terus mencari kita dan kita cari. Sahabat yang terhubung untuk selama hidup. Real friends.

At the end, only real friends will smile & thankful when you’re happy, and cry & pray when you’re sad.
Real friends  last forever.

“As I grew up, I realized that is less important to have many friends, and more important to have the real ones” – Unknown.

 

4th March
2014
written by admin

Hi guys! Tulisan hari ini adalah isi curhat tentang kejadian yang menimpaku hari ini. Jadi sore ini, q berangkat ke tempat mengajar naik taksi. Hujan sih sudah reda, tapi banjir terjadi di beberapa titik, bahkan di depan daerah tempat mengajarku. Nah, berhubung pengalaman yang lalu membuktikan bahwa bapak sopir taksi tetap mengantarkan sampai tujuan, q pun berharap hal yang sama untuk kali ini. Ternyata harapanku tidak terkabul. Bahkan, lebih buruk dari yang q bayangkan. Waktu udah hampir sampai, cuma tinggal lurus saja beberapa rumah, mungkin 6 rumah (tapi rumah besar2 dan lebar), sopir taksinya dengan entengnya bilang, “Wah, nggak berani lewat. Mbak kan bawa payung, turun naik becak.”
Nggak ada kata maaf, bahkan nada bicaranya kasar. Semakin diajak bicara, semakin kasar. Juga nggak ada inisiatif untuk bantu mencari becak, malah ngomel2 di depan setir.
Nah, perdebatan dengan si bapak sopir taksi tidak perlu diceritakan di sini, karena sudah berujung ke nomor telepon pengaduan.

Mau nggak mau, karena bapak sopir taksinya nggak mau jalan, terpaksa q turun dan hiyaa.. Tiba2 ada bapak2 naik sepeda motor lewat sambil ketawa dan mengucapkan kata2 yang nggak sopan.  Sudah sering mengalami yang kayak gini, tapi kali ini bikin hatiku semakin jengkel 3x lipat.
Terus dengan terpaksa harus nyemplung juga ke jalan yang banjir gara2 nggak bisa lewat di trotoar rumah yang banyak pohonnya.
Oh God, ini baru namanya nelangsa. Huaaaa, mau nangis! Sampai2 dengan lebaynya q berkata ke Tuhan, “Tuhan, mana pertolonganmu waktu aku membutuhkannya?”
Tetap nggak ada becak. Nggak ada seorang kenalan yang lewat. Seems like no help comes my way.
Q berdiri di pinggir jalan sambil berpikir. Kalau q terusin jalan terus sampai ke tempat mengajar, bisa2 kayak orang habis berenang alias basah kuyup. Tiba2 terpikir untuk menghubungi seorang teman di tempat kerja. And she comes to pick me up!!
Tanpa berhelm, kayak naik perahu motor, kitapun mengarungi sungai jadi-jadian itu.
Huah, thanks Desy!! You are my hero hahaha 😀

Nah waktu ngajar, sempat cerita2 tentang kejadian yang menimpaku ini ke muridku yang masih 7 tahun. He asked me, “Miss, why don’t u drive a car?” I said, “I still can’t drive. Yet my car is small, can not go through the flood.”
Then he said, “I will buy Pajero for you”. Merasa salah dengar, q jawab, “I should save more money for that.”
And he said clearly, “No, no , no! I will buy it for you! But I don’t know when, when I have money pokoknya”
Hahaha, My heart is melting!!
Yah, namanya juga anak kecil masih nggak tahu apa yang dibilang. Tapi…. Sangat menghibur hatiku yang habis terluka ini (eaa, sori lebay :p)
Waktu mau pulang dan masih juga banjir, q sempat bilang, “I can not go home.”
He said, “You can! My driver will take you home. But you have to wait for my driver.”
Hahaha! What a lovely little boy. Love him much, his name is Ian by the way!

Well, cerita penghiburannya masih berlanjut.
Waktu pulang, tetep aja nggak ada yang jemput dan taksi pun nggak berani menerjang banjir.
Thanks God, I meet my friend Michelle yang habis ngajar juga.
Akhirnya minta tolong untuk diantar ke pangkalan taksi GM dan puji Tuhan lagi, tiba2 ada taksi datang di pangkalan taksi yang lagi kosong waktu itu. 
Thanks Michelle!

Nah, dari serangkaian cerita panjangku hari ini, ada satu hal yang q dapatkan.
God is faithful.
Sekalipun tampaknya seperti nggak ada pertolongan, nggak ada mujizat kemunculan becak secara tiba2, juga nggak ada kemunculan seorang kenalan yang tiba2 lewat. Bahkan, ketika pulangnya taksi nggak berani lewat, orang rumah nggak bisa jemput, dan aku harus ke pangkalan taksi GM dulu pake acara nunut2 segala, Tuhan tidak pernah kehilangan caraNya.
Hehehe. Ternyata saya tidak melas2 amat hari ini.
He uses people! Even he uses a little kid just to make me smile again and feel loved.
He is faithful!

So, kesimpulannya: bad day?
Benar2 tergantung pada respon hati!:D

*Jika ada pertanyaan, “Mengapa tidak belajar nyetir?” Jawabannya adalah “Sudah belajar, tapi belum dipercayai untuk menyetir sendiri* hahaha

1st March
2014
written by admin

Hi everyone! Sudah terlampau lama saya nggak nulis blog, jadi kali ini langsung aja ya ke topik bahasan.
Banyak hal di hidup kita yang sangat-sangat bisa untuk disyukuri.
Beberapa hari yang lalu q & kokoku iseng2 menghitung berapa banyak hal yang bisa disyukuri, hasilnya luar biasa banyak dan belum bisa selesai menghitung karena sebenarnya berkat Tuhan tidak terhitung banyaknya!
I realized that I’m blessed!

Nah, guys, kalau ada waktu luang, coba deh lakukan hal yang sama.
Ambil selembar kertas dan mulai tulis hal-hal apa saja yang bisa disyukuri, jangan lupa tuliskan nomornya juga.
Mulai dari keluarga, rumah, pekerjaan, alat transportasi, pendidikan, talenta, sampai hal-hal terkecil sekalipun yang terlintas di benak kalian.
Selamat menghitung dan sadarilah: you are blessed! 🙂

Previous
Next
Instagram