Main image
18th March
2014
written by admin

Hi everyone, this is my thought about real friends.
You can be agree or disagree about this, but I just want to share…

Mungkin..
Sama seperti proses menemukan pasangan hidup, di mana kita bertemu dengan berbagai macam orang dan pilihan sebelum akhirnya menemukan orang yang tepat, demikian juga di dalam friendship.
Di antara banyak orang yang kita panggil sebagai sahabat, ternyata tidak semuanya akan menjadi sahabat untuk seumur hidup.
Entah karena tenggelam dalam kesibukan atau karena terpisahkan jarak, hanya real friends yang akan tetap terhubung untuk selamanya.

Mungkin..
Sama seperti Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di sebuah keluarga, demikian juga Dia tidak pernah salah menentukan siapa sahabat sejati kita.
Sepertinya, Tuhan sudah mengatur siapa dengan siapa. Bukan hanya tentang keluarga atau pasangan hidup, tapi juga bahkan dalam hal persahabatan. I believe, He doesn’t only write “love story”, but also “real friends story”.

Mungkin..
Masa-masa selepas kuliah, di mana kata “teman” perlahan mulai digantikan dengan ┬ákata “rekan”, adalah waktu yang paling mendebarkan. Waktu-waktu ini menyingkapkan siapa sahabat sejati kita. Sahabat yang akan terus mencari kita dan kita cari. Sahabat yang terhubung untuk selama hidup. Real friends.

At the end, only real friends will smile & thankful when you’re happy, and cry & pray when you’re sad.
Real friends  last forever.

“As I grew up, I realized that is less important to have many friends, and more important to have the real ones” – Unknown.

 

Leave a Reply

Instagram