Main image
25th February
2012
written by admin

This time, I will share my brief summary about -once again- one of Joshua Harris’s book, Sex Is Not The Problem (Lust Is).


Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka judulnya berbunyi “Seks Bukan Masalahnya (Hawa Nafsu Masalahnya).

Here we go…

Sebelum mendengungkan lebih sering lagi kata “hawa nafsu”, lebih baik qta menyamakan persepsi dulu bahwa yang dimaksud hawa nafsu di sini adalah keinginan seksual yang dikurangi kehormatan dan kekudusan. Hawa nafsu ingin keluar dari batas2 Allah untuk menemukan kepuasan.

Nah, apa kata Alkitab tentang hawa nafsu?
Efesus 5:3 “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.”
Tuhan tidak mengijinkan sedikitpun hawa nafsu dalam hidup kita.

Hawa nafsu tidak akan pernah dapat terpuaskan!
Hawa nafsu selalu menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih. Oleh karena itu, ketika kita menyerahkan diri kita kepada hidup yang penuh dosa, kita menjadi budak dari dosa.

Nah, masalahnya adalah, hawa nafsu bukan saja masalah bagi jenis kelamin tertentu atau kelompok usia tertentu, tapi masalah semua manusia.

Banyak orang ingin bisa mengalahkan hawa nafsu, tetapi selalu kalah dalam pertempuran.
Ada 3 penyebab utama kekalahan ini:
1. Standar tentang kekudusan yang salah
2. Sumber kekuatan untuk berubah yang salah.
Percayalah, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, bahkan dengan membuat janji2 sekalipun. Hanya iman di dalam Kristus dan anugerahNya yang bisa menyelamatkan kita dari penjara dosa.
Hanya Roh Kudus yang dapat mengubah dan memimpin pada pertobatan sejati, yaitu berpaling dari dosa kepada Allah dan menggantikan tindakan2 yang berdosa dengan tindakan2 yang benar.
3. Motivasi yang salah dalam memerangi dosa.
Misalnya, supaya bisa merasakan seperti seorang yang suci. Padahal, tujuan seharusnya adalah menyenangkan Allah.

Well, sebelum membahas poin nomor 1, poin nomor 2 dan 3 harus benar2 dipahami.
Setinggi apapun standar yang ditetapkan tentang kekudusan, tanpa benar2 menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus dan minta pertolongan Roh Kudus, serta punya motivasi yang benar, semuanya akan berakhir sia-sia.

Please remember this:
Hari2 terburukmu tidak pernah sebegitu buruknya sehingga berada di luar jangkauan anugerah Allah. Begitu juga, hari2 terbaikmu tidak pernah begitu baiknya sehingga tidak membutuhkan anugerah Allah ­čÖé

Oke, kita lanjutkan ke pembahasan poin 1, bicara soal standar kekudusan.
Standar untuk kekudusan adalah RADIKAL.
Jangan biarkan dosa mendapat pijakannya.
Ketahui dengan tepat letak kelemahan2mu, ambil langkah2 proaktif untuk melindungi diri dari hawa nafsu.
Sebagian orang jatuh dalam dosa pornografi ketika berada seorang diri di ruangan tertentu di waktu2 tertentu. Sebagian lagi jatuh ketika browsing internet atau menonton film atau membaca majalah, iklan, or whatever..
Hanya diri kita masing2 yang tahu letak kelemahan kita.
Sekali lagi, jangan biarkan dosa mendapat pijakannya! Berlakulah radikal!
Mungkin, ini berarti browsing internet dengan komputer menghadap ke pintu sehingga siapapun yang lewat di belakangmu bisa melihat page yang sedang kamu buka dan membantu mengawasimu. Atau mungkin membuang majalah, mengganti saluran TV ketika iklan yang “menyesatkanmu” muncul, berhenti menonton film, pergi ke rumah teman atau gereja daripada seorang diri berada di rumah, dan jangan lupa.. BERDOALAH!
Berdoa bukan hanya ketika merasa lemah, tetapi ketika merasa kuat.
Perlengkapi diri dengan senjata Firman Tuhan.
Kita tidak mungkin bertempur tanpa senjata kan?! ­čÖé

Mungkin tidak ada pertempuran kecil yang lebih penting daripada keputusan2 setiap hari yang kita buat di area film dan TV.
Kebanyakan dosa pornografi itu berawal dari apa yang mata kita lihat.
So, pastikan kita melakukan pembantaian konstan di area hiburan yang kelihatannya tidak berbahaya ini.
Mata kita harus mematuhi Yesus! Mata kita harus selalu tertuju kepadaNya!

Jika memang “iya” bahwa terkadang bumbu2 di dalam film yang kita tonton membuat kita jatuh, ingatlah ini.. Satu2nya hal yang penting adalah berjalan dengan Allah dan menyenangkanNya!
Dan jika kadangkala memerlukan kita untuk mengurangi apa yang kita lihat, itu bukanlah suatu pengorbanan yang berarti. Baca Matius 5:29.

Hawa nafsu juga adalah musuh terbesar dari sebuah hubungan yang sehat dan rohani antara pria dan wanita.
Pria dan wanita dapat saling menolong dengan menjadi saudara yang saling mendorong untuk melayani Tuhan sepenuh hati dan saling mendoakan agar Allah menolong untuk mendapat kepuasan dalam Tuhan dan mengasihi kekudusan, menjadi bijak dan terhormat.
Bagi wanita, berpakaianlah yang sopan. Bedakan antara berpakaian menarik dengan berpakaian untuk menarik. ­čÖé

Tentu saja, peperangan melawan hawa nafsu tidak bisa dilakukan seorang diri.
Kita butuh teman yang bersedia dan berani menantang dan bahkan menegur kita ketika kita hidup dalam dosa.
Putus dari persekutuan dan komitmen bergereja membuat kita menjadi lebih lemah dan rentan terhadap godaan.

At the end, memiliki Firman Allah yang terukir di hati adalah kunci menuju kesucian hidup.
Mazmur 119:9-11 “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.┬áDengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.┬áDalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”

Perbedaan antara orang yang tumbuh di dalam kekudusan dan yang tidak bukanlah masalah personalitas, latar belakang, atau pemberian, perbedaannya adalah apa yang ditanam oleh setiap orang ke dalam tanah hati dan jiwanya.
Kekudusan adalah sebuah tuaian!

Fight for holiness and righteousness!

2 Comments

  1. Albert
    28/02/2012

    like this ­čÖé

  2. chandra
    18/03/2012

    kereen:)

Leave a Reply

Instagram