Main image
14th May
2011
written by admin

Setelah berjuang dan bergumul selama 2 tahun, akhirnya Tom berhasil mendapatkan hati Anne.
Melewati masa pacaran kudus selama 3 tahun, mereka akhirnya memasuki lembar baru sebagai satu tim yang solid dalam sebuah pernikahan.

Tom seorang yang berkomitmen. Lulus dari perguruan tinggi, ia diterima bekerja di sebuah perusahaan besar dengan jabatan yang cukup tinggi. Cerdas, tampan, dan punya masa depan cemerlang.
Sejak di perguruan tinggi, banyak teman lawan jenis yang menunjukkan ketertarikan padanya.
Dia bisa saja memanfaatkan kesempatan untuk bermain-main dengan para perempuan yang tertarik padanya, tapi ia sudah berkomitmen untuk menjaga hatinya yang akan diberikannya untuk perempuan yang diberikan Tuhan pada waktu yang tepat.

Sedangkan Anne, seorang perempuan muda yang mencintai Tuhan, cerdas, dan disukai banyak orang. Tidak sedikit laki-laki yang mendekatinya, mulai dari yang berumur lebih muda hingga yang jauh lebih tua.
Sama seperti Tom, Anne ingin memberikan hatinya secara utuh, tanpa terpecah-pecah, pada orang yang memegang prinsip yang sama, yang diberikan Tuhan pada waktu yang tepat.

Memasuki usia pernikahan ke-10, kehidupan mereka mengalami ujian berat.
Tom tertarik pada seorang perempuan lain. Ia berusaha menepis ketertarikan itu, tapi semakin hari perasaannya semakin nyata. Ia merasa bersalah dengan perasaan itu, tapi tak bisa berbuat apa2.

Suatu sore, Tom membuka laci meja kamarnya. Ia menemukan sebuah buku diary. Buku diary milik Anne yang tak pernah diketahuinya.
Ia membuka buku diary itu dan terpaku pada satu halaman di buku itu.

***

24 September 1961.
Tuhan, terima kasih buat kehadirannya dalam hidupku. 21 tahun  adalah masa investasi yang paling berharga. Dan 3 tahun terakhir ini adalah 3 tahun yang sangat menyenangkan. Kau membentukku dan membentuknya. Hari ini kami resmi menjadi 1 tim untuk memenangkan pertandingan kehidupan ini. Bless our marriage Lord..
Suatu hari nanti, q tahu akan ada ujian yang berat. Q mempercayainya dan mempercayakanNya kepadaMu. Ketika suatu saat nanti cinta kami diuji untuk menjadi lebih kuat, ijinkan komitmen menolongnya. Sama seperti dia berkomitmen kepadaMu, begitulah komitmennya kepadaku dan pada pernikahan ini.
Tuhan, kami berjanji akan memenangkan pertandingan ini sebagai 1 tim yang solid.
Amin!

***

Tom menutup buku diary itu.
Ia berlutut di samping tempat tidurnya dan berdoa sambil menangis sejadi-jadinya di hadapan Tuhan.

***

Kini, pernikahan mereka telah memasuki usia ke-50 tahun.
Anne tidak pernah tahu satu kejadian di sore hari itu. Tom tidak pernah menceritakannya pada Anne. Ia menunjukkan kesetiaannya dengan tidak mengikuti perasaannya. Ya, komitmennya menang!
Bagi Anne, Tom adalah suami yang sangat setia. Dan Tom, ia beruntung memiliki Anne, seorang perempuan hebat dan penolong yang sepadan.

3 Comments

  1. Peter
    14/05/2011

    Good Story Living… Like This…

  2. lungpri
    15/05/2011

    sipp.. Komitmen kpd Tuhan mmg bisa mengalahkan perasaan sekuat apapun.

  3. 18/05/2011

    So sweet! jadi terharu.. (T___T)

Leave a Reply

Instagram