Main image
18th October
2009
written by admin

Kenapa ya membuat keputusan yang bijak kadang sangat menyakitkan?
Q sangat kecewa…
Pingin marah, tapi nggak tahu ke siapa.
Pingin nangis, tapi terlalu sepele buat ditangisi.
Tapi q nggak bisa bohong kalo q memang sangat KECEWA!

Hiks… 🙁
Hari ini sudah janjian sama mama mau ke TP, mau beli sepatu yang Rabu kemarin q liat n suka.
Selama hari Rabu sampai Sabtu q terus2an tanya mama, jadi beli kan? jadi beli kan? jadi beli kan?
Dan jawabannya selalu : Iya, nanti Minggu ya!

Dan hari ini Minggu tiba!
Bahkan tadi pagi q ingetin lagi sama mama: “Nanti sore ya, Ma!”
Tapi nyatanya : NGGAK JADI! >.< hikz..

Bukan mama atau papa yang mbikin semua rencana itu batal, tapi keputusanku sendiri.
Coz hari ini papa udah ngeluarin uang ratusan ribu rupiah waktu nganter kokoku ke dokter.
Jadinya nggak enak kalo mesti ngeluarin beberapa ratus ribu rupiah lagi buat beli sepatu itu.
Hiks… Kalo boleh lebay, keputusan itu sangat menyakitkan, menyesakkan dada! 🙁
Tapi q nggak menyesal. Q tau q udah buat keputusan yang bijak sebagai seorang anak.
Walaupun sekarang q memang sangat amat kecewa. HUAAAAAA… 🙁

***

Hari ini di pemasa nonton sebuah film, Brother Bear.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini, salah satunya tentang karakter.
Terkadang karakter lama kita memang perlu dihancurkan dan dibuang supaya bisa digantikan dengan karakter baru yang mau dibentuk.
Hmm..
God, broke this selfish heart and replace it with YOUR heart…

***

Ok… Saatnya tersenyum kembali 🙂
Membuat keputusan bijak memang terkadang sangat sulit dan menyakitkan, tentunya menyakitkan kedagingan!
Tapi, kalau hal itu justru bikin bangga Tuhan, why not?!

2 Comments

  1. 21/10/2009

    🙂
    good to know you’re already over it x)

  2. Frangky
    01/11/2009

    Ayub 1:21 “Tuhan yang memberi,Tuhan yang mengambil,Terpujilah Tuhan”
    ^^ I,proud with your decision..GBU

Leave a Reply

Instagram